Kamis, 21 Februari 2013

Sepenggal Cerita Ku

Terlahir dengan fisik yang lemah, tidak membuat ku pantang menyerah. Ada pernytaan dari seorang kawan "kau be bengek bisa lari 6 keliling apa lagi idak bengek?". Ini bukan masalah stamina broo, walau saya akui stamina turut andil dalam lari 12 menit 1 tahun yang lalu, tetapi yang mampu membuat saya seperti itu adalah semangat.

Hadir di lingkungan gaya militer dan kasih sayang ala guru, membuat saya berkembang dengan cinta kasih dan kedisiplinan. Kedua orang tua selalu memberikan motivasi baik secara lisan ataupun tindakan sehari-hari. Ibu saya sudah bangun jam 4 subuh, solat tahajud langsung masak untuk suami dan anak-anak tercinta. Dan kegiatan ini dilkukan hampir setiap hari. Saya akui, belum sanggup untuk meniru beliau.

Universitas menghasilkan Mahasiswa pintar, bukan cerdas


Hari ini menjadi hari yang spesial bagi beberapa kalangan. Wisudah ke-106 ini menghasilkan wisudawan sebanyak 689. Kembali Universitas Sriwijaya menghasilkan mahasiswa dari berbagai program studi yang luar biasa, bahkan ada mahasiswa yang IPK nya hampir menyentuh nilai 4.
Tapi ini lah yang saya coba bahas, Sekolah tinggi seperti universitas sederajat sepertinya hanya menghasilkan mahasiswa yang pintar dan berpengetahuan luas dibidang yang digelutinya. Tidak ada pelajaratan atau pelatihan tentang tanggung jawab dan kecerdasan emosional, jika ada, itu sangatlah kurang.
Bukan berarti saya lebih baik, tetapi jika kita tidak berani berbicara, atau berbicara setelah kita benar-benar menjadi orang baik, Maka tidak ada orang yang akan berbuat kebaikan. Manusia tidak luput dari kesalahan.
Universitas atau sekoalh tinggi lainnya berhasil menciptakan mahasiswa pintar, bukan cerdas. Ketika pulang dari kampus, sekitar jam 5. Saya melihat serakan sampah yang luar biasa banyak di taman depan auditorium, tempat wisuda dilaksanakan.
Mungkin hanya sebagian lulusan tersebut yang bertanggung jawab dengan sampah-sampah yang dibuangnya.  Saya tidak tau, apakah IPK mempengaruhi mereka terhadap kecintaan lingkungan sekitar..
entah lah..

Selasa, 19 Februari 2013

Hakikat Strategi Pembelajaran


STRATEGI PEMBELAJARAN BIOLOGI
 (SPB)


DISUSUN OLEH:
Redita Alvionita               (06111009001)
Miken Marpenca              (06111009015)
Nurul Fitri Aprianti          (06111009025)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2013

Sahabat






Lantunan nada rendah terdengar dari jiwa yang lelah
Terpuruk dalam asa yang terluka
Akan kah jiwa ku kan tiada?
Ku hanya mampu merangkak dengan satu alas di kedua tangan
Mencoba terus merangkak tapi fisikku lelah