Kamis, 31 Januari 2013

AKU MENCINTAIMU SAUDARAKU



     Apa yang terlintas jika Anda diajak berbicara tentang cinta? Wah, pasti semangat ni.:). Cinta adalah sesuatu yang abstrak dan menimbulkan persepsi yang berbeda bagi setiap yang merasakannya. Pasti semua manusia pernah merasakan cinta, baik itu sisi baik ataupun sisi buruknya.
   Cinta berbeda dengan kasih sayang. Mario teguh pernah berbicara tentang cinta. Cinta merupakan perasaan harus memiliki. Jika ada yang  berpendapat cinta tidak harus memiliki, pada dasarnya orang tersebut sedang kecewa. Coba saja lihat distatus fb, kalu enggak putus asa mungkin lagi putus dari pasangannya.
         Dan ternyata Islam pun mengajarkan cinta, betapa pentingnya cinta dalam kehidupan sehari-hari dan pergaulan sesama. “Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri” hadist riwayat Bukhori dan Muslim.

           Kita pasti mencintai diri kita sendiri dan menginginkan yang terbaik untuk pribadi. Jika kita memahami hadist di atas, sesungguhnya umat Islam itu memiliki keterikatan satu sama lain. Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri. Begittu pun jika kita hubungkan antara pernyataan Mario teguh bahwa “cinta itu harus memiliki”, maka kita sebagai umat muslim memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Jika ada satu golongan yang terluka, ya kita merasakannya dan jika bahagia kita pun turut berbahagia. Lebih dahsyat lagi bahwa cinta yang diutarakan hadist di atas berbanding lurus dengan ke-Imanan seseorang.
         Pemahaman cinta yang salah akan memunculkan prilaku negatif kepada yang merasakaanya. Selama liburan, ada beberapa kisah yang saya dengar dan percaya gak percaya faktanya memang ada. Berkembangnya berbagai teknologi dan tayangan televisi, bukan berbarti tidak menghasilkan dampak negatif, salah satu diantaranya adalah anak menjadi dewasa bukan pada waktunya. Arti dewasa yang digunakan bukan berarti si anak bijaksana dan tegar menjalakan kehidupan yang ada, tetapi mulai mengerti cinta namun salah mengartikannya (ya mungkin karena refresensi masih sangat sedikit)
           Salah satu siswa SD di salah satu kabupaten Bengkulu mencoba bunuh diri dengan memanjat tower karena cintanya di tolak oleh kawan sejawatnya, yang memprihatinkan siswa tersebut baru kelas 4 SD. Akhirnya si anak mau turun setelah si cewek memanggil  di bawah tower. Anak zaman sekarang sudah berani mengutarakan cintanya. Wah, ini kemajuan atau kemunduran? (ya yang saya fikir mereka belum akhir baligh, tapi entahlah).
         “Jika cinta ditolak dukun berindak” pasti tidak asing lagi dengan pepatah satu ini. Ternyata bukan hanya untuk candaan, pepatah ini memang terjadi. Akibat belum merasakan datangnnya orang ketiga di dalam keluarga alias anak, maka beliau sempat mengikuti pengobatan dan hasilnya nihil. Sempat terkejut karena tes kehamilan menunjukkan garis dua, beliau mencoba mengeceknya. dan ternyata di luar dugaan hasilnya nihil.
Tidak sengaja menerima masukan dari teman kerjanya, Beliau datang dengan maksud memijat badan yang terasa pegal. Dan ternyata disini lah semua terkuak. Si tukang pijat melihat ada sesuatu yang berbeda dan akhirnya berhasil mendapatkan tanah kuburan dan paku kecil berkarat yang kelaur dari pusarnya. Si tukang pijit hanya berkata, itu merupakan kiriman dari seseorang yang sangat mencinta kamu, tetapi karena tidak jadi menikah dengan kamu, dia jadi malu dan mau merusak kelurga mu. Dan sebenarnya si spasien sudah hamil 2 kali.
Saya yakin masih banyak kisah yang lebih wah dari penyalah artian cinta. Cinta merupakan fitrah manusia dan muslim harus lah pandai mengelolanya. Cinta yang dapat dikelola akan menimbulkan dampak positif bagi pribadi dan orang lain. 

Bagaimana kondisi cinta kita kawan???
               

0 komentar:

Posting Komentar